CONNECT WITH US
  • Delapan Pasien Covid-19 di Kalbar Dinyatakan Sembuh

    Bagikan:



    Pontianak.Suara Sanggau. Sebanyak 8 pasien Covid-19 di Kalimantan Barat dinyatakan sembuh. Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mendampingi Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, H. Sutarmidji,  Senin (18/5/2020) melepas 8 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Pelepasan berlangsung di Posko Covid-19 Provinsi Kalimantan Barat, Dinkes Kalbar, Jalan D.A Hadi, Akcaya, Kota Pontianak.

    Acara pelepasan dihadiri juga oleh Kadinkes Prov. Kalimantan Barat, dr. Harisson dan Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono serta para pejabat di Dinkes Kalbar.

    Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji,  menjelaskan, kegiatan sore tersebut adalah untuk melepas 8 pasien warga Kalbar yang sudah dinyatakan sembuh berdasarkan hasil swabnya dua kali negatif.

    "Kenapa saya melepas pada hari ini karena usia mereka selama ini  digembar-gemborkan usia yang rentan. Ternyata ada usianya yang 79 tahun kemudian ada yang 68 tahun, ada yang 72 tahun, ada yang 67 tahun. Nah ada yang istri pak Masri itu 56 tahun kemudian Martin saja yang lebih muda yang lainnya semuanya usia yang selama ini dianggap sulit untuk sembuh ternyata bisa sembuh," jelasnya.

    Orang nomor satu di Kalbar ini menyampaikan, masih ada 14 orang yang hasil swab pertamanya sudah negatif. Mereka masih menunggu sekali lagi, kalau sekali lagi hasilnya negatif baru akan dinyatakan sembuh. Dan usia mereka ada yang 72 tahun dan lain sebagainya.

    "Jadi yang menarik hari ini kita melepas mereka yang usianya memang sudah sangat rentan," katanya.

    Ia juga menyampaikan, bahwa tetap akan melakukan rapid test secara massal. Bekerja sama dengan Kodam XII/Tpr.

    "Sekarang ini di Kota Pontianak rapid testnya yang reaktif awalnya 456 hari ini tinggal 165 karena sisanya semua sudah ketika diambil swab ke Jakarta sudah dianggap negatif. Hasil labnya negatif berarti reaktifnya itu jadi nonreaktif. Jadi turunnya drastis sekali," ujar Gubernur. 

    Sumber  : Suaraindo
    Editor.     : Herman

    KOMENTAR