Alamak....Bayi Baru Lahir Dibuangnya Dalam Bak Sampah

Editor: suarasanggau.co.id author photo
Pontianak,(Suara Sanggau) Warga di Jalan Parit Haji Husin II, Kecamatan Pontianak Tenggara dihebohkan  dengan ditemukannya sosok mayat bayi, jenis kelamin perempuan dalam kantong plastik hitam di tempat pembuangan sampah Kamis (08/07/2020) sekitar pukul 17.30 Wiba. 

Kapolresta Pontianak Kota, Kombes. Pol. Komarudin, S.IK., M.M., dalam keterangan persnya mengatakan bahwa bayi malang itu ditemukan pertama kali oleh saksi Anita dan Ibu Nina dalam keadaan tidak bernyawa di tempat pembuangan sampah di Jalan Parit Haji Husin II,ungkap Komarudin.
Setelah mendapat laporan, Jatanras Polresta Pontianak Kota dipimpin Kasat Reskrim, AKP Rully Robinson Polii, S.IK., didampingi Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Rio Sigal Hasibuan, mendatangi dan mengolah TKP, kemudian ditemukan bukti- bukti,bahwa benar ditemukan sesosok mayat bayi di dalam kantong plastik.

“Dari beberapa alat bukti yang kami dapatkan di TKP mengarah ke beberapa petunjuk. Kami melakukan pengembangan, dan tepat pukul 19.30 Wib kami berhasil mengung kap pelaku pembuangan bayi terse but  tambah Komarudin.

Jatanras Polresta Pontianak Kota dan Unit Reskrim Polsek Pontianak Selatan berhasil mengamankan seorang wanita berinisial WJ (29 tahun)  bekerja sebagai PRT di sebu ah kafe di kota Pontianak,diduga sebagai pelakunya.

Kapolresta Pontianak Kota, Kombes. Pol. Komarudin, S.IK.,M.M., menambahkan, Berdasarkan pengakuan terduga saat diperiksa ia mengakui perbuatannya ketika membuangan bersama kekasinya berinisial AZ usia 20 tahun 

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui telah melahirkan bayi pagi tadi, tanggal 9 Juli 2020 pukul 04.00 pagi, di kamar mandi di tempat WJ bekerja. Bayi sempat hidup, kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik. Pada pukul13.00 Wib, bersama  AZ, ia membuang bayi tersebut ke tempat pembuangan sampah”, ujar Kapolresta Pontianak

.“Pelaku kita jerat dengan pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Republik Indonesia No 35 Tentang Perubahan atas Undang-Undang no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara”, pungkas Komarudin.(Din/Man)

Share:
Komentar

Berita Terkini