-->

100 Tabung Jatah OrangJungkat, Mau Dijual ke Sambas

Editor: Redaksi author photo
Tersangka SB (tengah) berikut barang bukti truk pengangkut 100 tabung gas elpiji bersubsidi diamankan di Mapolsek Siantan, Selasa (11/8/2020).


Mempawah (Suara Sanggau)-Unit Reskrim Polsek Siantan, Polres Mempawah, menangkap dua orang yang diduga melakukan tindak pidana migas, yakni menjual 100 tabung gas elpiji bersubsidi dengan tujuan Kabupaten Sambas, Selasa (11/8/2020) pukul 17.45 WIB.

Kapolres Mempawah, AKBP Tulus Sinaga melalui Kapolsek Siantan, Iptu Rahmad Kartono, menjelaskan  kedua tersangka berinisial SB dan BH ini ditangkap di Jalan Raya Jungkat dan sebuah warung milik BH di Desa Jungkat.

Menurut Kapolsek, Unit Reskrim Polsek Siantan, awalnya mendapat laporan adanya transaksi jual beli migas, yakni tabung gas elpiji 3kilogram bersubsidi. Petugas pun cepat bergerak melakukan pengintaian dan penyelidikan.

“Di Jalan Raya Jungkat, petugas kami melihat sebuah mobil truk KB 9620 PXY tengah melintas mengangkut tabung gas elpiji. Truk tersebut langsung kami cegat, yang membawanya adalah SB,” ungkap Rahmad Kartono lagi.

Dari pemeriksaan di TKP, SB mengakui bahwa 100 tabung gas elpiji 3 kilogram tersebut merupakan jatah warga Jungkat yang dibeli dari BH seharga Rp 21 ribu per tabung dan rencananya akan dijual ke Kabupaten Sambas seharga Rp 25 ribu.

“Karena ini diduga tindak penyelewengan distribusi gas bersubsidi, maka SB langsung kami amankan berikut barang bukti truk yang berisi 100 tabung gas,” tegas Kapolsek.

Selanjutnya, langsung dilakukan pengembangan penyelidikan. Petugas Polsek Siantan bergerak ke sebuah warung milik BH di Desa Jungkat. Ditemukan 14 tabung gas 3 kilogram bersegelkan warna coklat. Saat dikonfrontir, BH tak bisa mengelak lagi telah menjual 100 tabung gas elpiji bersubsidi jatah warga Jungkat kepada SB.

“Karenanya, baik tersangka SB dan BH lantas kita amankan di Mapolsek Siantan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kejadian ini sangat kita sesalkan, saat masyarakat mengeluhkan kelangkaan gas, masih ada upaya penyelewengan untuk dijual daerah lain,” tutup Rahmad Kartono.(Dian/Man)

Share:
Komentar

Berita Terkini