-->

Desa Mandiri Solusi Pencegahan Karhutla Di Kalbar

Editor: Redaksi author photo

 Gubernur Kalbar Sutarmidji (Tengah)


Pontianak(Suara Sanggau) - Memasuki musim kemarau di Provinsi Kalbar, Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) H. Sutarmidji mengungkapkan program Desa Mandiri,menjadi solusi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang sering terjadi setiap tahunnya. Program Desa Mandiri itu y memiliki 52 indikator itu, dapat mencegah terjadinya karhutla dan dapat melindungi ekosistem hutan serta dapat juga meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

"Dengan program Desa Mandiri dapat mencegah terjadinya Karhutla dan dapat menjaga hutan serta meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Ini solusi untuk tidak terjadinya Karhutla," ungkap Gubernur Kalbar Kalbar H. Sutarmidji usai menjadi narasumber Ancaman Kebakaran Hutan Ditengah Pandemi yang diselenggarakan Katadata.id melalui aplikasi zoom, Kamis (13/8/2020).

Menurut Gubernur Kalbar H. Sutarmidji selain program Desa Mandiri, ia pun sudah membuat Peraturan Gubernur (Pergub) Kalbar tentang pembukaan areal lahan pertanian berbasis kearifan lokal yang mengatur pertanian dan perkebunan yang ada di kalbar.

"Sudah saya buat aturan, silahkan saja kalau developer buka lahan dengan bakar lima tahun tak boleh gunakan lahan itu, kan rugi mereka. Tahun lalu kita melihat ada 157 perusahaan yang titik api ada di koordinat dia, kita beri sanksi, Lalu sampai kemarin ada laporan progres yang mereka sudah lakukan dari sanksi itu, mereka siapkan satgas kebakaran, peralatan dan sebagainya, artinya minimal sudah ada 157 perusahaan yang siap kalau terjadi kebakaran lahan dan saya yakin di tempat dia tidak terjadi kebakaran lahan karena dia siap. Karena kalau satu kali lagi kebakaran di tempat mereka ada sanksi yang lebih berat, bisa saja lahan konsesi dia yang belum ditanam kita cabut, karena dia tidak bisa jaga. Yang terbakar, kita sita," tegasnya.

Dalam kegiatan diskusi tersebut, turut dihadiri Kepala BNPB Doni Monardo, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Wiendra Waworuntu, Direktur Eksekutif Yayasan Madani Berkelanjutan Teguh Surya dan Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Ruwanda Agung Sugardiman.(Humpro/Herman)

Share:
Komentar

Berita Terkini