-->

Kecewa dengan Pelayanan Kantor BPJS Kesehatan Sekadau

Editor: Redaksi author photo

 Suasanan Pelayanan Kantor BPJS Sekadau pada Jumat (2/10/2020) pagi.


Mungkin saya orang pertama yang merasa kesal, kecewa dan komplain terhadap kinerja pelayanan kantor BPJS Cabang Sekadau.  Niat ingin membantu pihak keluarga yang terbaring melawan rasa sakit di RSUD Sekadau. Dia adalah Jumadianto, dari Nanga Taman yang mengalami kecelakaan lalu lintas mobil pikap yang ditumpanginya tabrakan dengan truk di jalan Trans Kalimantan KM 9 Desa Sekucing Labai Kecamatan Simpang Hulu Kabupaten Ketapang tanggal 15 Agustus 2020. Akibat kecelakaan itu, Jumadianto mengalami luka patah tulang kaki sebelah kanan dan luka dalam diperut dan istri korban Erniwati mengalami luka memar di kepala. Hal ini sesuai surat keterangan kecelakaan lalu lintas yang dikeluarkan Satlantas Polres Ketapang.

Korban dilarikan di RS Antonius Pontianak dan menjalani perawatan intensif seperti operasi dan lain sebagainya dengan mengeluarkan biaya ratusan juta rupiah. Karena pihak keluarga tidak mampu biaya, karena tidak memiliki BPJS Kesehatan mandiri, maka dibawa pulang ke kampong di Kecamatan Nanga Taman Kabupaten Sekadau. Kemudian pada tanggal 16 September 2020, korban kondisinya kembali memburuk dan harus masuk RSUD Sekadau hingga sekarang. 

Istri korban, Erniwati meminta bantu saya untuk menguruskan daftar peserta BPJS Kesehatan secara mandiri. “Mas, minta tolong uruskan BPJS ya,” ujar Eniwati sambil menyodorkan foto Kartu Keluarga (KK) dan rek bank melalui Handphon. 

Saya pun langsung singgah dipercetakan untuk print out  KK dan buku rekening bank. Pada tanggal 18 September 2020  saya langsung ke kantor BPJS Kesehatan di komplek Pasar Baru Sekadau. Pihak petugas BPJS Kesehatan menyodorkan formulir untuk saya isi data data calon peserta atas nama Jumadianto dan istri dan dua anaknya. 

“Mas, setelah 14 hari tanggal 1 Oktober 2020 kembali kesini ya untuk proses lanjutan pembayaran dan baru bisa aktif dan dicetak kartu,” ujar salah satu petugas.

Lumayan memang menunggu 14 hari untuk aktif kartu BPJS. Isri korban Eniwati setiap hari saya dan istri memberi dukungan agar bersabar dengan kondisi suami tercintanya terbaring yang belum jelas apakah bisa sembuh atau tidak. Kemudian pada tanggal 30 September 2020, saya kembali ke kantor BPJS untuk cek kartu BPJS karena tanggal 1 Oktober 2020 yakin sudah aktif. Tapi ternyata jawaban dari petugas BPJS “Pak, Nomor KK atas nama Jumadianto tidak online di aplikasi BPJS dan bapak harus minta di kantor kependudukan untuk aktifkan agar terkonek ke pusat,” ujar petugas. 

Nah, ini yang saya sangat kecewa. Kenapa saat saya datang daftar tidak langsung di cek nomor KK apakah aktif atau tidak dengan aplikasi di BPJS. Sudah 13 hari baru diberitahu. Saya pun langsung pergi ke kantor kependudukan Sekadau dan minta diaktifkan. Kemudian pada tanggal 2 Oktober 2020 saya kembali ke kantor BPJS untuk kembali daftar dan harus kembali menunggu 14 hari. 

Ya…itu saya akui memang aturan system. Yang saya pertanyakan adalah pelayanan BPJS Kesehatan Sekadau dengan gampang saja jawab nomor KK tidak online. Harusnya pihak BPJS saat calon peserta dating pendaftaran lansung cek apakah nomor KK bias dipakai atau tidak. Sehingga tidak harus 14 hari baru mengetahui. Dan setelah diaktifkan harus lagi menunggu 14 hari. Luar biasa pelayanan BPJS Kesehatan Sekadau. Kalau ini yang menjadi korban pelayanan warga dari kampong jauh harus bolak balik lagi. 

Saya menilai pelayanan BPJS Kesehatan Sekadau mengecewakan dan merugikan masyarakat dalam memberikan pelayanan. Harus dievaluasi dan pihak manajeman BPJS pusat agar mengevaluasi kinerja staf dibawah. Saya juga sudah sampaikan kekecewaaan ini kepada pimpinan BPJS Kesehatan Sekadau. 

Sementara itu, Pimpinan BPJS Sekadau, Siti Fatkhul Hidayah dalam melalui pesan WhatsApp pada Jumat (2/10/2020) malam:

Baik Pak Kundori...  

Segera sy koordinasi dg capil kabupaten terkait belum online nya data KK ybs di capil pusat, sehingga tdk muncul lagi keluhan blm online nya data.  

Untuk sdm kami,  ke depan jg akan kami infokan untuk mengecek dr awal calon peserta mendaftar.  

Senin sy agendakan nemui pk Suryadi Ka. Disdukcapilnya.  

Mohon maaf slow response krn sy baru selesai diklat 

Baik Pak..  Ke depan SOP kami akan kami tambah dengan pengecekan sdh atau blm nya KK Calon Peserta online di Hari H pendaftaran . 

Yg kedua...  Senin sy ke capil inginnya apabila ada  penduduk yg mengurus administrasi perubahan pencatatan sipil baik KK baru,  tambah anggota klg  , kematian dll... Bs dipastikan sdh terhubung dg capil pusat sehingga saat mendaftar ke kami sdh online 

Yg ketiga...  Sy akan minta contact person pgwai capil yg bs dihub apabila ada hal yg serupa dg kasus td.  

Ato....  Hotline service nya

Semoga hanya saya yang menjadi korban dari pelayanan publik yang saya anggap tidak memuaskan masyarakat ini. Sekian dari saya.

*Kundori, Warga Sekadau Keluarga dari Korban Lakalantas Jumadianto

CP.0813-4506-7774

Share:
Komentar

Berita Terkini