-->

KH Saudi A.Razak Wafat, Ria Norsan: Kita Kehilangan Ulama yang Kharismatik

Editor: Redaksi author photo

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, saat menghadiri prosesi pemakaman ulama besar Mempawah, KH. Saudi A. Razak.

SUARASANGGAU.Co.Id.Mempawah
-Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya ulama besar, tokoh pendidikan dan juga Pimpinan Pondok Pesantren Al-Qomar Mempawah, Dr. KH. Saudi A. Razak.

Usai mengikuti proses pemakaman di Pondok Pesantren Al-Qomar, Desa Kuala Secapah, Mempawah Hilir, Sabtu (22/11/2020), Ria Norsan mengatakan, almarhum KH. Saudi A. Razak adalah seorang kyai yang kharismatik, cerdas dan rendah hati. 

“Setiap menyampaikan tausiah, almarhum selalu mengajak kita semua untuk berbuat kebaikan dan mencegah kemunkaran, dengan bahasa yang lembut, santun dan mampu menyentuh hati yang paling dalam,” kata Ria Norsan. 

Karenanya, siapapun yang mengikuti tausiah almarhum KH. Saudi A. Razak, akan merasakan kesejukan dan semakin memahami ajaran agama Islam yang rahmatan lil alamin. 

“Beliau ini saya kenal sebagai salahsatu ulama besar yang kharismatik di Kalimantan Barat. Saya benar-benar merasa kehilangan. Begitu pula yang dirasakan para ulama, santri maupun masyarakat yang pernah mengikuti tausiahnya,” ungkapnya. 

Terkait kesuksesan KH. Saudi A. Razak yang mendirikan dan memimpin Pondok Pesantren Al-Qomar, Ria Norsan menegaskan, hal ini merupakan salahsatu amal jariyah bagi masyarakat Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Mempawah. 

“Sepengetahuan saya, beliau telah menelorkan ribuan santri di Kalimantan Barat. Bahkan banyak yang menjadi ustadz, pengusaha, serta berbagai profesi hebat lainnya. Peran maupun kerja keras beliau dalam mencetak santri sangat membanggakan kita,” imbuhnya. 

Diceritakan wakil gubernur, salahsatu santri didikan KH Saudi A. Razak yang juga sukses mendirikan pondok pesantren adalah Ustadz Mat Juhri, di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir. 

“Jadi kontribusi almarhum KH. Saudi A. Razak ini sangat besar bagi Kabupaten Mempawah dan Kalimantan Barat,” ujar Ria Norsan. 

Seraya meneteskan air mata saat diwawancarai suarakalbar.co.id, Ria Norsan kembali mengungkapkan bahwa dirinya benar-benar merasa kehilangan atas kepergian almarhum. 

“Beliau selalu berjuang untuk agama. Tidak pernah mengeluh semasa hidupnya. Mari kita doakan agar almarhum diberikan tempat yang paling mulia di sisi Allah Taala. Amiin,” ujarnya mendoakan. 

Wakil Gubernur lantas berpesan kepada seluruh santri ataupun alumni agar meneruskan perjuangan KH. Saudi A. Razak. Bahkan ia berharap, ada santri Al-Qomar yang bisa berkipah lebih baik dari almarhum. 

(Dian S/Herman)

Share:
Komentar

Berita Terkini