-->

𝗕𝗞𝗞𝗕𝗡 𝗚𝗲𝗹𝗮𝗿 𝗣𝗲𝗻𝗮𝗻𝗱𝗮𝘁𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗷𝗮𝗻𝗷𝗶𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗻𝘁𝗿𝗮𝗸 𝗞𝗶𝗻𝗲𝗿𝗷𝗮 𝗧𝗔 2021

Editor: Redaksi author photo

SUARA SANGGAU.Co.Id.PONTIANAK
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar Penandatanganan Perjanjian Kontrak Kinerja di Auditorium BKKBN Jakarta, Selasa 22 Desember 2020.

Kegiatan ini diikuti Kepala BKKBN, Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama BKKBN Pusat, Pejabat Fungsional hadir secara langsung dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Seluruh Indonesia yang mengikuti secara virtual Meeting Daring WEBEX.
Penandatanganan Perjanjian Kontrak Kinerja Tahun 2021 dimulai dari Kepala BKKBN, Pejabat Tinggi Madya dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama BKKBN Pusat dilanjutkan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Seluruh Indonesia.

Dalam arahannya Kepala BKKBN, Dr. dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) menyampaikan, perjanjian kinerja merupakan amanat reformasi birokrasi yang sekaligus melaksanakan ketentuan peraturan presiden nomor 29 tahun 2014 tentang sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Perjanjian kinerja merupakan wujud nyata komitmen antara penerima dan pemberi amanat untuk meningkatkan integritas akuntabilitas dan juga transparansi serta kinerja aparatur sipil negara.

Lebih lanjut Kepala BKKBN menambahkan, perjanjian kinerja juga dapat menjadi dasar Sasaran Kerja Pegawai (SKP) dan juga acuan evaluasi kinerja pemberian penghargaan dan tentu sangsi serta menjadi pedoman dalam melakukan monitoring dan evaluasi. Oleh karena itu hari ini adalah waktu yang sangat tepat untuk kita lakukan penandatanganan perjanjian kinerja setelah DIPA Tahun Anggaran Tahun 2021 yang telah diserahkan oleh bapak Presiden pada tanggal 25 November 2020 yang lalu, terang Hasto Wardoyo.

Disampaikannya juga, komitmen untuk melakukan suatu reformasi birokrasi itu tugas yang sangat besar bagi kita semua, dan kita harus menyadari bahwa BKKBN tidak hanya punya tugas beban untuk mereformasi birokrasi menginternal didalam tetapi tugas BKKBN ini lebih besar lagi karna harus mereformasi mensed masyarakat.
Meskipun sudah menandatangani pakta integritas kinerja yang baik, maka kinerja yang baik itu baru merupakan kinerja yang normal tapi belum berprestasi, prestasinya diukur dari seberapa hasil dari KIE kita untuk merubah, bukan diri kita tapi merubah masyarakat dari sisi mensed cara berpikir masyarakat, sehingga indikator indikator perubahan itu nampak pada indikator yang tertera didalam renstra untuk RPJMN 2020 - 2024, jelasnya.

Dia juga mengatakan, "dengan penandatanganan pakta integritas ini diharapkan perlu kerja keras dan bisa lebih serius lagi mengerjakannya tidak hanya dengan hati, otak tetapi dengan otot artinya kita memang betul-betul semangatnya tinggi (Hatinya lurus, otak cerdas menyikapi dilapangan kemudian ototnya kita harus kerja keras) sehingga momentum sejuta Akseptor saya kira akan kita jadikan momentum kembali di Harganas 2021", harap Hasto Wardoyo.

"Menyangkut Pendataan keluarga, ketika pendataan keluarga itu bisa terhitung dgn persis, maka saya berharap dari situ dipusat nanti bisa dianalisis dengan dikroscekan dengan usia sehingga kita akan melihat berapa orang yang masih potensi melahirkan tetapi anaknya sudah 2 atau lebih sehingga kita perlu gerelya lebih intensif kepada yg seperti itu", tuturnya.

Pada kesempatan ini juga Kepala BKKBN mengucapkan "Selamat Hari Ibu, Sukses Untuk Ibu dan Semoga Ibu menjadi peran untuk membangun Keluarga yang Kuat dan Berkualitas", kata Hasto Wardoyo.

(humas/Herman)
Share:
Komentar

Berita Terkini