-->

Sekda Kalbar: Pentingnya Potensi dan Kompetensi ASN Kalbar

Editor: Redaksi author photo


Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, A.L Leysandri. /Foto:Adpim Kalbar

Suara Sanggau.Co.Id.Pontianak
- Pemprov Kalbar sedang melakukan proses perubahan peraturan Gubernur terkait kedudukan, susunan organisasi, tugas, dan fungsi, serta tata kerja terhadap 20 perangkat daerah, yang berakibat akan dihapusnya satu jabatan pimpinan tinggi, 15 jabatan administrator, dan 251 jabatan pengawas. Hal tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan, sekaligus melanjutkan tahapan assessment.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Sekda Prov.Kalbar), A.L Leysandri, S.H. membuka kegiatan Assessment Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimangan Barat di Aula Bhinneka Tunggal Ika BPSDM Provinsi Kalbar, Rabu (27/1/2021) kemarin.

"Dalam rangka memetakan kompetensi pejabat administrasi di lingkungan Pemprov Kalbar, kegiatan assessment PNS diselenggarakan dengan maksud agar diperoleh informasi yang akurat terkait dengan potensi dan kompetensi ASN sebagai salah satu acuan utama dalam pengembangan karier, seperti promosi, mutasi, peningkatan kapasitas, dan sebagainya," ujar Leysandri di hadapan peserta assessment.

Dia mengingatkan arti penting dari kegiatan yang dilaksanakan hari ini, agar peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, dengan motivasi yang tinggi, serta senantiasa dilandasi dengan pikiran-pikiran yang positif. 

Mantan Sekda Kabupaten Sanggau ini juga meminta agar para peserta assessment melaksanakan kegiatan ini sebaik-baiknya dengan mengoptimalkan potensi dan kemampuan yang dimiliki selama rangkaian tes berlangsung.

"Manfaatkanlah kesempatan ini sebagai sarana untuk menunjukkan potensi serta kemampuan terbaik saudara. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berarti kepada kita semua," ujar Leysandri.

Kepada Assesor, Sekda Kalbar ini berharap agar bisa memfasilitasi pelaksanaan kegiatan ini. Assessment Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, diikuti sebanyak 946 orang yang terdiri dari 237 pejabat administrator, 624 orang pejabat pengawas, dan 85 pejabat pelaksana.

"Saya berharap agar (Assesor) benar-benar dapat megeksplorasi setiap potensi dan kompetensi peserta, sehingga maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini dapat terwujud," urai Leysandri.

Mengingat saat ini masih pandemi Covid-19, pelaksanaan assessment tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Panitia menyediakan sarana mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer bagi para peserta. Setiap peserta yang datang diukur suhu tubuh sebelum masuk ruangan tes, menggunakan masker, menjaga jarak selama berada di lokasi, serta tidak berkerumun dengan mengurangi berbicara dengan peserta satu sama lain.


Penulis: Tim Liputan

Share:
Komentar

Berita Terkini