-->

Bea Cukai Gagalkan Keberangkatan Klm.Buana Utama Muat 100 Ton Rotan Tanpa Dokumen

Editor: Redaksi author photo
Suara Sanggau.Co.Id.
Tim Direktorat Penindakan dan Penyidikan Kantor Pusat Bersama Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Barat ( Kanwil DJBC Kalbagbar ).
Berhasil menggagalkan upaya penyeludupan ekspor hasil sumber daya alam, berupa rotan batangan sebanyak 100 ton akan dibawa ke Malaysia.

Pencegahan itu tidak lepas dari peran serta,Pangkalan Sarana Operasi Tan jung Balai Karimun ( PSO TBK ) mela lui kegiatan patroli jaring Operasi Sriwijaya tahun 2021.

Demikian dijelaskan Ferdinan Ginting Selaku Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Kepada sejumlah awak media,di Kantor DJBC Kalbagbar, Jalan Pak Kasih, Nomor Pontianak Jum'at 26 Maret 2021 pagi. 

Dijelaskannya,Pecegahan terhadap KLM.BUANA Utama setelah dilaku
kan  pemeriksaan awal oleh tim Bea Cukai BC20002 ,di perairan Tanjung Datu, Kalimantan Barat, pada Minggu 21 Maret 2021 sekitar pukul 01.30 WIB.bahwa rotan muatan kapal Klm.Buana Utama tidak ada dalam muatan kapal (manifest ).

Karena tidak dilengkapi dukomun yang sah,Kapal KLM.BUANA UTAMA beserta awak dan muatannya digigiring  ke Kanwil DJBC Kalbagbar untuk selan jutnya dilakukan penyelidikan.

Dari hasil pemeriksaan sementara
Kapal tersebut muat rotan batangan lebih kurang 100 Ton,dikemas dalam ribuan bundel, berasal dari perairan Sampit ( Kalimantan Tengah ) renca
nanya akan di ekspor ke Sarikei, Malaysia.

Dijelaskan Ferdinan Ginting,berdasar
kan peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 44/M.DAG
/PER/7/2012 tanggal 18 Juli 2012 tentang barang dilarang ekspor, rotan dalam bentuk utuh ( mentah, segar, dicuci, dikikis buku - bukunya ) rotan setengah jadi, hati rotan, kulit rotan dan rotan yang tidak dalam bentuk merupakan barang dibidang kehutanan yang dilarang ekspor nya.

Mereka dapat dikenakan Sangsi hukum tindak pidana yang diatur  dalam pasal 102A huruf (a) dan atau Pasal 102A huruf (e) Undangan - Undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan yaitu : Setiap orang yang mengekspor barang tanpa menyerahkan pemberitahuan pabean,mengangkut barang ekspor tanpa dilindungi dengan dokumen yang sah sesuai dengan pemberita huan pabean,sebagai mana dimak sud dalam Pasal 9A ayat (1) dapat dipidana karena melakukan penyeludupan dibidang ekspor dengan pidana penjara paling singkat 1 ( satu ) tahun penjara, paling lama 10 tahun,Dan pidana denda paling sedikit Rp 50.juta, paling banyak 5  milyar ujarnya mengahiri keterangan.
(Man)

Share:
Komentar

Berita Terkini