-->

Ratusan Pekerja Migran Mempawah Bermasalah di Luar Negeri

Editor: Redaksi author photo

Iswandi, Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Mempawah. 


suara Sanggau.Co.Id.Mempawah  Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Mempawah, Iswandi, mengungkapkan, ratusan pekerja migran asal Kabupaten Mempawah, kini mengalami sejumlah masalah di luar negeri.

“Hingga saat ini, begitu banyak pengaduan dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Mempawah yang unprosedural dan tengah mengalami masalah di luar negeri. Dalam catatan kami, pada tahun 2020 saja, ada 128 pekerja migran kita yang telah dideportasi,” kata Iswandi, Kamis (11/3/2021) siang.

Sejumlah masalah yang merenteti PMI asal Kabupaten Mempawah itu, misalnya, terlibat kasus hukum, dipenjara, dokumen kadaluarsa, sehingga enggan pulang karena khawatir ditangkap, serta permasalahan lain sebagainya.

Iswandi yang didampingi Sekretaris SBMI Mempawah, Juli Mo, memaparkan, ada dua masalah utama yang kerap dihadapi oleh para pekerja migran di luar negeri. Dua masalah itu adalah keimigrasian dan ketenagakerjaan.

“Kedua masalah ini akan muncul karena proses keberangkatan ke luar negeri yang tidak aman dan tidak melewati prosedur yang benar,” ungkapnya.

Jika pun berangkat telah sesuai prosedur, mendapatkan ijin kerja, tapi para pekerja migran tidak dibekali dengan pemahaman mengenai hukum keimigrasian negara tujuan.

Karenanya, SBMI menghimbau seluruh pemerintah desa di Kabupaten Mempawah agar segera melakukan pendataan terkait warga masing-masing yang telah bekerja di luar negeri.

“Perlu dilakukan sosialisasi yang intens agar kejadian-kejadian yang merugikan pekerja migran Indonesia tak terjadi lagi,” katanya.

Iswandi mencontohkan, ijin tinggal dan ijin bekerja itu melekat pada pemberi kerja. Ketika PMI tidak betah bekeja, ia tak bisa setika pindah majikan. Ia harus melapor ke imigrasi setempat.

“Karena ketidakpahaman ini, bisa berujung petaka bagi pekerja migran Mempawah yang berada di luar negeri. Efeknya, ada yang akhirnya tersangkut masalah hukum, over stay, hingga masalah keimigrasian,” tegas Iswandi.

Iswandi selanjutnya mengatakan, PMI harus pintar dalam melindungi diri mereka dari hal-hal yang merugikan mereka sendiri.  Selain itu, PMI perlu jaminan keselamatan dan kesehatan.

“Dan untuk itu, perlu kehadiran pemerintah melalui kementerian terkait yang bertugas mempersiapkan sistem terintegrasi bagi perlindungan PMI,” katanya.

 

Penulis : Distra


Share:
Komentar

Berita Terkini