-->

Ketua FW-LSM Kalbar, Sesalkan Tindakan Oknum Debt Collector Finance BFI

Editor: Redaksi author photo
      Yayat Darmawi S.E., S.H., M.H.,

Suara Sanggau.Co.Id.Sanggau
Salah seorang oknum Debt Colektor dari Finance BFI Cabang Sanggau,  beralamat  di Jalan. Jendral Ahmad Yani  Sanggau, dengan inisial Ed menyuruh  nasabah BFI inisial SG untuk menjual motor yang masih menunggak Angsuran selama 2 bulan. Rabu malam (31/3/2021).

SG selaku nasabah dari Finance BFI Cabang Sanggau mengatakan, ia masih menunggak pembayaran Angsuran kredit motor  Scoopy selama 2 bulan, yakni angsuran ke 12 dan 13 dari masa kredit selama 24 bulan.
Penunggakan itu disebabkan masa pendemi civid-19,sehingga ia kehilangan pekerjaan dan sulit mencari rezeki, bukannya  tidak mau bayar,karena keadaanlah membuat  pembayaran terrunda katanya.

SG menyesalkan oknum Dept Colek
tor inisial Ed yang menyuruhnya menjual motor yang masih dalam kredit ke pihak lain dengan harga Rp 16 juta.

Sementara  sisa cicilan sebesar Rp 13 juta,(Tiga Belas Juta Rupiah) jadi kalau dijual dengan harga Rp 16 juta (Enam Belas Juta Rupiah).  Hal ini disampaikan oleh Ed salah seorang oknum Debt Collector Finance BFI. 

Akan tetapi menurut SG, saat motornya sudah ditawarkan dengan orang lain dengan harga Rp 16 juta (Enam Belas Juta Rupiah)
Tiba tiba jumlah sisa angsuran yang harus dibayar berubah menjadi Rp 17 juta ( Tijuh Belas Juta Rupiah ) sehingga SG terkejut dan tidak bisa menerima nya.

Bahkan menurut SG, oknum Debt Collector  memaksa akan menarik unit saat motor masih dipakai dalam perjalan pulang dari  Tayan Hilir ke Sanggau, SG beberapakali ditelp Ed menanyakan keberadaan unit dan akan mengambilnya dan akan dinaikannya ke atas mobil.

Selain itu SG disuruh mengembalikan unit motor nya dengan mengatakan akan diberikan uang sebesar Rp 500 ribu (Lima Ratus Ribu Rupiah)
Padahal menurut SG pihaknya belum menerima surat penarikan unit dari pihak Finance atas keterlambatan pembayarannya.

"Jadi apa yang menjadi dasar harus menjual unit kepada pihak lain dan mengembalikan Unit, padahal saya masih ada kesanggupan untuk membayar dan melanjutkan angsuran," ucap SG.

Pada hari Rabu 31 Maret sekitar jam 18:30 Wib, SG di telp Ed oknum Debt Collector menanyakan keberadaan SG.Tidak lama kemudian yang ngaku Debt Collector yang mengaku dari Finance BPI datang ke alamat keluarga SG di Jalan. Sutan Syahrir, bersama 3 orang rekannya, salah satunya mengaku bernama Angga.
Akan tetapi kedatangan oknum 3 orang ini,membuat tsituasi memanas karena berubahnya jumlah angsuran yang harus dibayar dari Rp 13  juta  menjadi Rp 17 juta,bahkan sakah seorang temannya,memaksa SG datang ke kantor Finance BFI.

Karena hari sudah malam,tidak mungkin kantor itu masih buka,Niat Dept Colektor untuk membawa SG di
cegah wawan,kebetulan hari hujan lagi kata wawan yang ada dilokasi,kenapa harus sekarang,kan besok masih ada waktu ucap wawan.

Menyikapi  permasalahan tersebut,
Yayat Darmawi S.E., S.H., M.H., Ketua Forum Wartawan Dan LSM Kalbar 
angkat bicara.
Menurut Yayat Darmawi S.E., S.H., M.H.ketika dimintai komentarnya mengenai hal tersebut, ia sangat menyesalkan masih adanya oknum Dept Colektor  yang tidal memahami serta tidak patuh terhadap aturan serta ketentuan  dan peraturan pemerintah seperti yangdisampaikan 
oleh OJK ( Otoritas Jasa Keuangan)
dikarenanakan adanya akibat pandemi covid 19.

Dikatakannya,OJK telah mengeluar kan Program Restrukturisasi tentang Pemulihan Ekonomi dengan memberi kan stimulus terhadap para kreditur untuk dapat meringankan beban hidupnya selama masa pandemi covid-19. Ini  merupakan kebijakan yang tidak bisa di bantahkan pemberlakuannya mulai dari pusat sampai kedaerah," kata Yayat 
Darmawi 

Apabila terjadinya pemaksaan kehendak dari Debt Collector yang bertindak tidak mengacu pada statment OJK maka Debt Collector tersebut berhak di laporkan secara formil agar dapat di Follow Up oleh OJK Pusat.
Sementara Kepala Finance BFI cabang Sanggau, saat berita ini dipublish belum dapat dimintai keterangan dan konfirmasinya.
(TSya)
Share:
Komentar

Berita Terkini