-->

Diduga Lakukan Koropsi Dana Desa Kades dan 2 Stafnya di Tahan

Editor: Redaksi author photo
Suara Sanggau.Co.Id.Entikong
Kepala Cabjari Sanggau di Entikong Rudy Astanto mengatakan pihaknya menahan tiga orang perangkat Desa Semongan, kecamatan  Noyan Kabupaten Sanggau, diRutan Klas llB sanggau selama 20 hari kedepan terhitung 3 Mei 2021,dalam perkara dugaan korupsi Dana Desa (DD) , tahun anggaran 2019,hal itu dikata
Kan Cabjari Sanggau di Entikong, 
Rudy Astanto saat jumpa pers Senin 3/5/2021.

Ketiga orang tersebut masing masing
Kades semongan berinisial M, Sekre
taris Desa  berinisial G dan benda
hara Desa berinisial VS.

Dikatakan Rudy Astanto,berdasarkan  Peraturan Desa Semongan Nomor 3 Tahun 2019 Pasal 1,tentang APBDes, pendapatan Desa berjumlah
Rp2.327.590.027,34.

Dana tersebut Sebagian dari jumlah nya telah dialokasikan untuk mem
biayai 23 kegiatan dalam bidang Pembangunan Fisik dan Pember
dayaan Masyarakat.

Mereka menggunakan dan menge lola dana tersebut tidak sesuai 
dengan ketentuan dan peraturan perundang–undangan yang berlaku sehingga mengakibatkan timbulnya kerugian negara,”Terangnya

Hasil Audit Inspektorat Kabupaten
Sanggau,berdasarkan Laporan Perhitungan Kerugian Negara dengan Nomor 700/x.01/Itkab–II tanggal 20 April 2021 telah diperoleh total kerugian keuangan negara senilai Rp409.168.612,00. dari dana desa (DD) Semongan, tahun anggaran 2019,kerugian ini haruslah dipertang gung jawabkan.

Berdasarkan hasil penyidikan dan pemeriksa saksi sebanyak 28 orang 
maka ditetapkanlah ketiga orang tersebut sebagai tersangka. 

Ketiga orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka dengan Surat Penetapan Tersangka Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Sanggau di Entikong Nomor: 01, 02, 03 / O.1.14.8 / Fd.1/05/2021 tanggal 03 Mei 2021.

Penahanan dilakukan setelah didapatkan setidak-tidaknya dua alat bukti permulaan yang cukup, sebagaimana diatur dalam pasal 184 ayat (1) KUHAP. dengan pertimba
ngan untuk menjamin kelancaran proses penegakan hukum pidana sebagaimana diatur dalam pasal 21 ayat (1) KUHAP,”.

Mereka disangkakan primair
melanggar pasal pasal 2 ayat (1) UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberanta
san Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dan
subsidair pasal 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHpidana,ujar Kepala Cabjari Entikong Sanggau Rudy Astanto.


Hermansyah
Share:
Komentar

Berita Terkini