-->

Jaksa Mulai Teliti Kelengkapan Berkas Perkara 9 Tersangka di Kasus ASABRI

Editor: Redaksi author photo


Suara Sanggau.Co.Id.Jakarta

Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAMPidsus) Kejaksaan Agung telah menyelesaikan berkas perkara para tersangka di kasus dugaan korupsi PT ASABRI. Berkas tersebut diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk dicek kelengkapannya.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer mengatakan, berkas perkara tersebut telah dilimpahkan pada Jumat (30/4). Kini berkas tersebut tengah diteliti oleh JPU.

Adapun 9 tersangka di kasus ini yakni:

Dirut ASABRI periode 2011-Maret 2016 Mayjen Purn. Adam Rachmat Damiri

Dirut ASABRI periode Maret 2016-Juli 2020 Letjen Purn. Sonny Widjaja

Direktur Keuangan ASABRI periode Oktober 2008-Juni 2014 Bachtiar Effendi

Direktur ASABRI periode 2013-2014 dan 2015-2019 Hari Setiono.

Kepala Divisi Investasi PT ASABRI Juli 2012-Januari 2017 Ilham W. Siregar

Dirut PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi

Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo

Dirut PT Hanson International Tbk. Benny Tjokrosaputro

Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat.

Leonard mengatakan, dalam berkas tersebut, para tersangka dijerat sangkaan primer Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Lalu sangkaan subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

"Jaksa Peneliti akan meneliti kelengkapan 9 berkas perkara tersebut baik mengenai kelengkapan syarat formal maupun kelengkapan syarat materiil dalam jangka waktu 14 hari," kata Leonard, dalam keterangannya, Sabtu (1/5) malam.

Leonard mengatakan, penelitian berkas perkara tahap pertama ini difokuskan pada kelengkapan syarat formal dan materiil. Jaksa peneliti nantinya memutuskan apakah berkas tersebut sudah lengkap atau belum.

"Dalam hal Jaksa Peneliti atau Penuntut Umum berpendapat hasil penyidikan masih kurang lengkap, Jaksa Peneliti atau Penuntut Umum akan mengembalikan berkas perkara disertai petunjuk untuk dilengkapi," pungkas Leonard.

Dalam kasus ini, Kejagung mengusut dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT ASABRI. Diduga akibat kasus ini, kerugian negara mencapai Rp 23 triliun.

Kejagung telah menyita sejumlah aset milik para tersangka. Aset tersebut berupa tanah, bangunan, hotel, mal, rumah, tambang nikel, kapal, mobil mewah, armada bus, perhiasan, hingga lukisan emas. Nilainya mencapai triliunan rupiah.

(Kumparan)

Share:
Komentar

Berita Terkini