-->

Akibat Gugatan Carai Istrinya,Terungkap Kasus Suaminya Buron 12 Tahun,Langsung Ditangkap Jaksa

Editor: Redaksi author photo
 Tauhidi Fachrurozi, buron selama 12 tahun terdeteksi gegara gugatan cerai istri. Terpidana korupsi ini ditangkap petugas Kejari Garut. (Foto: iNews/II SOLIHIN

Suara Sanggau.co.id.Garut
Tauhidi Fachrurozi, terpidana kasus korupsi yang buron selama 12 tahun akhirnya berhasil ditangkap petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut di persembunyiannya di Subang, Jawa Barat, Kamis (16/9/2021) malam. 

Keberadaan Tauhidi terdeteksi saat terpidana mengajukan gugatan cerai yang diajukan istrinya ke Pengadilan Agama (PA) Subang.

Kepala Kejari Garut Neva Sari Susanti mengatakan, terpidana terbukti melakukan korupsi proyek pengembangan pusat pelelangan ikan dengan kerugian negara sekitar Rp600 juta.


"Terpidana ini mengganti identitas. Tetapi kami selaku tim JPU, eksekutor, tidak mudah dikelabui. Jadi, terpidana ini terdeteksi saat ada gugatan cerai (dari istri). Tadinya kami kan tidak tahu nih posisinya (terpidana), ada di Sukabumi, Jakarta, terdeteksi di beberapa wilayah. Ternyata di Subang. Karena ada gugatan cerai, data-datanya muncul nih, ada namanya, alamatnya, jelas," kata Kajari Garut, Kamis (16/9/2021) malam.
 
Neva Sari Susanti menyatakan, Tauhidi Fachrurozi, merupakan warga Desa Jatiragas Hilir, Kecamatan Patokbesi, Kabupaten Subang. Saat kasus terjadi, Tauhidi menjabat sebagai Direktur PT Sakti. 

Melansir INews Jabar Pada 2005, PT Sakti sebagai pemenang lelang tender pengerjaan proyek pembangunan pusat pelelangan ikan atau PPI Cilauteureun, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut yang anggarannya berasal dari APBD Provinsi Jabar tahun anggaran 2005 sebesar Rp1,1 miliar.



Namun hasil pekerjaan yang dilakukan PT Sakti, perusahaan milik terpidana Tauhidi Fachrurozi saat itu ternyata volume pengerjaan dan spek dinyatakan tidak sesuai. 

Selain itu, ujar Neva, kewajiban untuk melakukan pemeliharaan pun tidak pernah dilakukan sehingga menimbulkan kerugian negara sekitar Rp600 juta, tepatnya Rp599 juta.

Tauhidi Fachrurozi sempat diputus bebas oleh Pengadilan Tinggi Jabar dalam putusan banding pada 2007. Terpidana Tauhidi pun menghilang. Namun Kejari Garut mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung dan pada 2011 jatuh vonis 12 tahun penjara.


"Pada 2011 jatuh putusan Mahkamah Agung terhadap Tauhidi berupa pidana kurungan 12 tahun dan denda Rp200 juta subsidair 6 bulan penjara, serta uang pengganti kerugian negara sebesar Rp449 juta jika tidak bisa diganti kurungan penjara selama 1 tahun," ujar Neva.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, terpidana Tauhidi Fachrurozi telah dijebloskan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Garut.(Man)

Share:
Komentar

Berita Terkini