-->

Top! PSN Senilai Rp 5 Triliun di Mempawah, Kejati dan Kejari Bersinergi Berikan Pendampingan Hukum

Editor: Redaksi author photo

TINJAU KIJING. Kepala Kejati Kalbar, . Masyhudi (tengah) saat meninjau progres pembangunan Pelabuhan Terminal Kijing sebagai salah satu PSN yang bernilai investasi sekitar Rp 5 Triliun di Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Minggu (26/9/2021). 


Suara Sanggau.co.id.Mempawah
– Di tengah kesibukannya, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Barat, Dr. Masyhudi, masih menyempatkan diri untuk meninjau pembangunan Pelabuhan Terminal Kijing di Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Minggu (26/9/2021).

Saat tiba di Terminal Kijing sekitar pukul 12.30 WIB, Masyhudi tampak didampingi Asisten Perdata dan TUN Kejati Kalbar, Dr. Irfan Jaya, dan Kepala Kejari Mempawah, Didik Adyotomo, beserta Tim Jaksa Pengacara Negara (JPN), baik dari Kejati Kalbar, maupun Kejari Mempawah.

Mereka selanjutnya disambut Tim PT Pelindo II (persero), PT Wijaya Karya (persero) dan PT Istaka Karya (persero) untuk meninjau beberapa proyek utama dan proyek penunjang pembangunan Terminal Kijing. Misalnya, terminal, perbaikan trestle dan dermaga sisi laut.

Masyhudi menegaskan, Terminal Kijing—sebagai proyek strategis nasional (PSN) yang dalam progres pembangunannya dilakukan pendampingan hukum oleh Jaksa Pengacara Negara–diharapkan terhindar dari penyimpangan hukum yang bisa berpotensi mengakibatkan kerugian keuangan negara.

Dr. Masyhudi selanjutnya meminta PT  Wijaya Karya dan PT Istaka Karya selaku pelaksana kegiatan agar berkomitmen untuk segera menyelesaikan pembangunan sesuai jadwal.

“Dengan demikian, pelabuhan berkelas internasional ini segera dapat diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dan bisa beroperasi secara penuh,” tegasnya.

Selain itu, Masyhudi  juga berpesan kepada PT Pelindo II (persero) untuk selalu berkoordinasi dengan Tim JPN, baik di Kejati Kalbar maupun Kejari Mempawah.

“Jadi apapun permasalahan yang terjadi di lapangan pada saat progres pembangunan dapat diperoleh solusi melalui Pendapat Hukum yang dikeluarkan,” imbuh dia.

Kajati Kalbar juga memerintahkan kepada Tim Jaksa Pengacara Negara hendaknya melakukan pendampingan hukum pada PSN ini dengan integritas yang tinggi.

Sebagai informasi, proyek ini merupakan pembangunan Tahap I dari Terminal Kijing dengan total anggaran kurang lebih Rp. 5 Triliun, termasuk untuk pembebasan lahan, serta pembangunan konstruksi sisi laut dan sisi darat.

“Dan saya turut meminta pemerintah daerah dan masyarakat agar selalu mendukung pembangunan proyek strategis nasional ini,” ungkapnya.

Sebab keberadaannya nanti akan memberikan nilai ekonomis luar biasa, baik dari sisi ekonomi mikro maupun secara makro.

Share:
Komentar

Berita Terkini